Analisis Kesalahan Bahasa

Lebih dari setengah penduduk dunia adalah dwibahasawan

menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasi. Orang – orang Amerika

keturunan Perancis, Italia, Yahudi, Indian, Spanyol menggunakan dua bahasa

sebagai alat komunikasi yaitu bahasa pertama ( atau bahsa ibu ) dan bahasa

Inggris ( atau bahasa kedua ). Bangsa Indonesia menggunakan bahasa

Indonesia apabila mereka berkomunikasi antarsuku. Didalam lingkungan

keluarga atau sukunya, mereka berkomunikasi dengan bahasa daerah seperti

bahasa – bahasa Aceh, Melayu, Sunda, Jawa, Madura, Bali, Bugis, dan

sebagainya. Dalam konstitusi India tercantum bahasa Hindi dan bahasa Inggris

sebagai bahasa resmi. Disamping bahasa Hindi masih ada sejumlah bahasa

yang diberi kedudukan resmi : misalnya kepada bahasa – bahasa Assam,

Benggali, Gujarat, Kamada, Kashmir, Melayalam, Marathi, Oriya, Punjab,

Tamil, Telugu, dan Urdu.

Di Piliphina, bahasa Inggris masih menduduki peranan penting karena digunakan di suasana resmi.

Bangsa Piliphina sendiri mempunyai bahasa – bahasa tagalog, Visaya, Ilokano,

Marasingan, Pampanga. Bangsa Piliphina banyak yang termasuk kategori

dwibahasawan. Bahkan negara tetangga kita Singapura yang wilayahya dapat

dikatakan begitu kecil, memiliki tiga bahasa yang diakui oleh negara yakni

bahasa India, bahasa Cina, bahasa Melayu. Bahasa resmi yang digunakan

bahasa Inggris. Hal yang mirip walaupun tidak sama, kita jumpai juga di

Malaysia, Swiss, Belgia, Uni Soviet,Tanzania dan sebagainya.

Orang yang biasa menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian

untuk tujuan yang berbeda merupakan agen pergontak dua bahasa. Semakin

besar jumlah orang yang seperti ini, maka semakin intensif pula kontak antara

dua bahasa yang mereka gunakan. Kontak ini menimbulkan saling pengaruh,

yang manifestasinya menjelma didalam penerapan kaidah bahasa pertama

didalam penggunaan bahasa kedua . Keadaan sebaliknya pun dapat

terjadi didalam pemakaian sistem , pada saat penggunaan . Salah satu

dampak negatif dari praktek penggunaan dua bahasa secara bergantian adalah

terjadinya kekacauan pemakaian bahasa, yang lebih dikenal dengan istilah

interferensi

Anak- anak yang berbahasa ibu bahasa Perancis, bahasa Jerman, bahasa

Belanda , bahasa Indonesia, bahasa Hindi, bahasa Cina dan sebagainya, secara

tidak sadar menggunakan sistem bahasa ibunya apabila mereka menggunakan

bahasa Inggris.

Orang Sunda dalam berbahasa Indonesia, sering mengucapkan fonem /f/

dan (v) menjadi (p). Misalnya kata – kata pasif aktif, kreatif, fakultas,

November, variasi, variable diucapkan menjadi aktip, pasip, kreatip, pakultas,

nopember, pariasi, pariable. Begitu juga orang Jawa sering kita dengar

menggunakan struktur kalimat bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia, misal :

Rumahnya Ali besar sendiri. Orang toba sering mengucapkan fonem (a) atau

pepet menjadi (e) atau taling.

Interferensi merupakan salah satu faktor penyebab kesalahan

berbahasa, interferensi itu sendiri merupakan produk dari kedwibahasaan.

Kedwibahasaan terjadi karena pemerolehan bahasa. Pemerolehan bahasa

mungkin melalui jalur pendidikan atau pengajaran bahasa informal ( dirumah )

dan jalur pendidikan atau jalur formal (disekolah ) atau melalui kedua jalur itu

secara simultan. Memahami kesalahan berbahasa tidak mengkin dilakukan

secara tuntas tanpa pemahaman yang baik terhadap interferensi,

kedwibahasaan, pemerolehan bahasa, dan pengajaran bahasa yang erat

berhubungan satu sama lain.

referensi :

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=4&ved=0CCkQFjAD&url=http%3A%2F%2Fmedia.diknas.go.id%2Fmedia%2Fdocument%2F5199.pdf&rct=j&q=kesalahan%20bahasa&ei=q3sdTb7eCY-HrAerueHBCw&usg=AFQjCNHDAcewJexRnPjgZlRrYjdBZuHiyA&cad=rja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: