Internet di Tangan Remaja

Merupakan sesuatu yang sudah umum, bila kita bangsa Indonesia, selayaknya bangsa yang berkembang, mengalami banyak gangguan dan ancaman. Baik itu faktor internal, atau pihak dalam, maupun faktor eksternal, atau pihak luar. Semua ini berawal dari dalam diri masing-masing individu yang bersosialisasi dalam wadah masyarakat berbangsa dan bernegara. Hal ini apabila dibiarkan terlalu lama, maka akan berkembang menjadi masalah yang jauh lebih kompleks.
Akar permasalahan dari semua masalah ini sebenarnya terletak pada bidang kependidikkan. Masalah krisis intilijen dan kemalasan ini sudah sejak jauh-jauh hari didiskusikan dan diungkit ulang dalam setiap kesempatan, demi lancarnya rencana pembangunan di Indonesia. Namun, hingga kini solusi yang diharapkan tak kunjung didapat, dan bangsa Indonesia masih harus menunggu sekian lama lagi, hingga masa depan Indonesia yang makmur sejahtera itu terwujud.
Sekali lagi, saya tekankan, masalah kependidikkan yang ada di Indonesia kini merupakan wujud kemalasan yang akhirnya menimbulkan bencana dan tentunya mempengaruhi masa depan bangsa kita. Kini, para pemimpin bangsa berjuang keras agar generasi berikutnya tidak mengulangi kesalahan besar ini dan tidak memegang sifat malas yang nantinya dapat memperburuk identitas, integritas, dan kepribadian bangsa kita di mata bangsa-bangsa lain.
Remaja-remaja Indonesia kini terkenal malas dan susah untuk belajar. Semua ini dikarenakan oleh banyak faktor. Kemajuan teknologi yang mengglobalisasi, juga merupakan salah satu faktor dominan yang menyebabkan kurangnya minat belajar remaja.
Contoh kemajuan teknologi yang mengakibatkan terganggunya kestabilan dalam dunia pendidikkan di Indonesia adalah internet.
Internet adalah jaringan informasi komputer mancanegara yang berkembang sangat pesat dan pada saat ini dapat dikatakan sebagai jaringan informasi terbesar di dunia.
Namun, banyak terjadi penyalahgunaan fungsi yang dikarenakan tidak terdapatnya penyaringan dan pengkualifikasian yang membagi situs yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi remaja, sehingga khalayak umum yang termasuk remaja di bawah umur 18 tahun pun dapat membuka situs-situs yang dianggap dapat merusak mental remaja. Misalnya, penyalahgunaan internet untuk membuka situs-situs porno yang dilakukan oleh remaja. Semua itu dapat berakibat fatal pada mental remaja Indonesia, karena selayaknya bangsa timur yang masih memegang erat norma adat dan budaya yang kuat, kita seharusnya malu untuk melakukannya. Namun, penggunaan teknologi itu sebenarnya tidak akan menjadi masalah apabila ditempatkan dalam wadah kerja yang benar dan disalurkan dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab.
Dalam penggunaan internet, remaja sebenarnya memiliki peluang yang sangat besar untuk belajar lebih banyak dan menyesuaikan diri dalam perkembangan zaman. Karena internet merupakan akses sumber informasi yang sangat bermanfaat dan jauh lebih praktis dibandingkan jika kita harus mencari bahan pustaka sebagai referensi atau data informasi ke perpustakaan. Selain tidak praktis, perpustakaan yang yang bagus dan up to date juga sangat susah ditemukan dewasa ini, karena pengelolaannya susah dan memerlukan modal yang besar untuk mendirikannya. Sebaliknya, internet tidak memakan waktu, tidak menguras tenaga, dan hanya memerlukan sedikit keahlian dan keterampilan yang bisa dilatih dengan mudah dalam waktu relatif singkat. Dalam prosesnya, internet pun tidak membatasi penggunanya untuk memilih informasi dalam suatu bidang tertentu, karena internet mencakup kegiatan sosial, komersial perdagangan, dan lain-lain.
Selain itu, internet pun dapat mengundang imajinasi dan kreativitas para remaja. Misalnya, banyak remaja masa kini yang tertarik untuk membuat situs pribadi atau menggunakannya untuk membuat suatu perkumpulan, unjuk kebolehan atau bahkan memasarkan produk keluaran sendiri.
Maka dari itu, pemerintah pun mengusahakan berbagai macam cara untuk meningkatkan kreativitas remaja itu dalam bentuk kompetisi dan persaingan sehat seperti lomba-lomba nasional yang menggunakan program internet sebagai dasar pemikirannya, yang kemudian dimodifikasi ke dalam bentuk yang lebih menantang dan menggugah imajinasi remaja. Di samping itu, pemerintah juga mengirimkan tenaga-tenaga ahli untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan ke sekolah-sekolah agar para remaja dapat mengoptimalkan penggunaan internet sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. Pelatihan dan penyuluhan tersebut mencakup pengenalan, cara koneksi, dan aplikasi internet, baik secara teori maupun praktek.
Namun, masih banyak permasalahan yang terjadi dalam usaha pemerintah untuk mengglobalisasikan internet di kalangan remaja di Indonesia. Misalnya, kurangnya subsidi untuk memberikan pelayanan fasilitas internet di setiap sekolah. Juga, keterbatasan sarana, kurangnya komunikasi antara pihak pemerintah dengan pihak-pihak yang menyelenggarakan kegiatan yang menyangkut internetisasi. Kurangnya respek yang diberikan oleh remaja dikarenakan tidak menariknya cara pengenalan internet yang diterimanya. Juga, diperlukan waktu yang relatif lama untuk melakukan regenerasi pembimbing atau guru pada tiap-tiap sekolah agar dapat menjadi guru yang minimal mampu mengoperasikan komputer dan internet. Hal ini terjadi karena mereka belum siap untuk menjadikan internet sebagai bagian dari pengajarannya. Padahal, apabila hal ini dapat direalisasikan, maka proses belajar dan mengajar pada tiap-tiap sekolah akan menjadi lebih praktis dan dapat memudahkan setiap pihak.
Telah menjadi harapan semua pihak, akan maksimalisasi sumber daya manusia yang memastikan cerahnya masa depan Indonesia dan pembangunan bangsa di semua bidang, baik bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Dan semua mimpi akan kebanggaan itu hanya dapat kita wujudkan apabila kita mulai bersama-sama bekerja dan mengubah dan memperbaiki semua kecacatan yang ada, dan semua itu tentunya harus kita mulai dari diri kita sendiri. Mekanisasi yang kini tengah berlangsung di Indonesia, seyogianya dapat kita menfaatkan sebagai kesempatan untuk memotivasi diri kita keluar dari semua penjajahan akan kebodohan dan keterbelakangan yang dari dulu membelenggu bangsa kita.
Manfaat dan hikmah yang kita ambil dari dunia maya di balik layar kaca komputer itupun, tentunya akan berbenih menjadi sebuah potensi dan integritas yang nantinya akan berbuah menjadi suatu keberhasilan apabila kita memanfaatkannya sebaik mungkin dan bahkan mampu mempromosikannya pada orang lain, agar kelebihan yang diciptakan oleh keagungan pikiran manusia itu dapat ikut tertanam dalam pikiran mereka.
Kalau anda berpikir pengorbanan yang anda lakukan ini sepertinya tidak berarti bagi bangsa Indonesia. Anda salah besar.
Karena, sedikit dari pengorbanan itu, nantinya akan membantu bangsa Indonesia untuk menemukan jati diri bangsa yang sebenarnya dan sesuai tujuan kita, bangsa Indonesia, untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD tahun 1945 .
Dengan demikian, kita sebagai bangsa yang kompeten dan dinamis akan mempu membuktikan diri dalam era globalisasi ini bahwa bangsa kita bukan sekedar omong kosong belaka yang tidak sanggup menyandingkan diri dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Tetapi juga mampu mengikuti arus globalisasi sambil tetap memegang teguh kepribadian dan adat kebudayaan yang kita banggakan sejak dahulu. Maka dari itu, Marilah kita mengefektifkan penggunaan internet di kalangan remaja yang sehat untuk mensukseskan pembangunan.

by: google

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: